lagi2 kekerasan
> BUNGA
Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku. Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirim aku bunga. Aku mendapat bunga hari ini. Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami. Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku. Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena ia mengirim bunga padaku hari ini.
Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain. Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu. Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya. Aku tidak punya uang. Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.
Ada bunga untukku hari ini. Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku. Ia menganiayaku sampai mati tadi malam. Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini….
ini puisi (or apalah orang nyebutnya) dapet dari temen (yang g tau asal muasalnya dia dapet darimana :p dan yang jelas dia gak upload di situ). sedih juga kenapa hal seperti itu masih sering kita jumpai bahkan dalam lingkungan keluarga kita sendiri. sebenarnya apa sih penyebab segala macam kekerasan itu terjadi?? setelah korek sana sini ngobrol sana sini…. akhirnya dapet sedikit kesimpulan juga. Umumnya masih adanya Ketimpangan jender (perbedaan peran dan hak perempuan dan laki-laki di masyarakat yang menempatkan perempuan dalam status lebih rendah dari laki-laki). “Hak istimewa” yang dimiliki laki-laki ini seolah-olah menjadikan perempuan sebagai “barang” milik laki-laki yang berhak untuk diperlakukan semena-mena, termasuk dengan cara kekerasan. susah ya kalo dah ngomongin pandangan umum publik… tapi dibalik itu semua juga sempat terlontar juga kalo kondisi masa kecil sesorang juga mempengaruhi perilakunya di masa yang akan datang. berdasar cerita temen dan beberapa kasus yang pernah kutemui,pelaku kekerasan pada masa kecilnya juga dibesarkan dalam kekerasan atau dia tumbuh dengan kekerasan pula (ini sama sekali tidak berarti bahwa orang yang dibesarkan dalam kekerasan akan melakukan kekerasan juga). so,yang dapat kita lakukan sekarang adalah stop kekerasan terhadap anak sejak dini. setidaknya anak yang dibesarkan tidak dengan kekerasan (baik fisik maupun psikis) ketika dia beranjak dewasa tidak akan dengan mudah menggunakan kekerasan sebagai bentuk solusi. seorang anak hanyalah melihat,merekam,dan mempraktekkan apa yang terjadi di sekitarnya. dan sudah sewajarnya kita (yang sekarang bukan anak2 lagi) memberi mereka contoh yang baik ![]()



















Oalah wan…mbok diketik dengan baik, perhatikan titik, koma dan paragraf, biar yg baca gak bingung…
(guru-bahasa-indonesia mode:on)
hehehehe
terimakasih pak guru… :p